Ads 468x60px

Total Tayangan Halaman

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

TRANSLATE

Blog Archive

Configure your calendar archive widget - Edit archive widget - Flat List - Newest first - Choose any Month/Year Format

Blogroll

About

dhtr

Blogger templates

Blogger news

Search

Selasa, 22 Mei 2012

Arti pentingnya Pancasila


Pancasila dan perubahannya
Oleh: I wayan surya aryana/21/science 2


1 Juni 1945 merupakan hari terbentuknya Pancasila. Lahirnya nilai-nilai budaya ini merupakan suatu tombak utama yang menjadikan awal bagi Indonesia untuk merubah bangsanya sendiri menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Sehingga secara tidak langsung Pancasila juga dapat dijadikan suatu tolak ukur untuk berperilaku, yang memiliki nilai-nilai kekeluargaan yang tidak perlu diragukan lagi. Akan tetapi suatu permasalahan besar muncul ketika zaman globalisasi ini datang dengan memperbesar jenjang sosial diantara masyarakt Indonesia.

Rasa ketakwaan, rasa kemanusiaan, musyawarah, rasa gotong royong, rasa keadilan terhadap sosial dan lain-lain, sebagian telah hilang dari pribadi bangsa Indonesia, di kota-kota besar khususnya. Pancasila yang dulunya datang penuh dengan harapan terhadap rakyat Indonesia, sekarang telah berubah menjadi sesuatu yang dianggap biasa. Sesuatu yang sering terngiang setiap hari Senin di upacara bendera dan sesuatu yang dianggap tidak penting lagi setelah puas mengucapkannya. Apa yang menyebabkan hal tersebut dapat terjadi? Dimana rasa hormat, nasionalisme dan menghargai Pancasila yang dulu para pejuang kita telah perjuangkan?

Terkadang arti pentingnya Pancasila tidak disadari oleh bangsa kita sendiri. Kesadaran atas budaya luhur ini telah pudar diantara kalangan bawah, menengah maupun atas sehingga menjadikan jenjang sosial tersebut semakin lama semakin melebar. Padahal dulu bangsa-bangsa lain menganggap bangsa Indonesia adalah bangsa yang menghargai orang lain, bangsa yang peduli terhadap sesamanya dan bangsa yang kaya akan kebahagiaan sosial rakyatnya. Namun itu semua telah berubah. Pandangan ini telah berbalik setelah dilakukannya risert nilai kesejahterahan di beberapa Negara di Dunia. Indonesia merupakan Negara yang tingkat kesejahterahan dianggap rendah, itu ditunjukan dengan peringkat ke-16 indonesia setelah Amsterdam di Belanda. Mengapa Indonesia yang dulunya adalah Negara yang sopan yang dapat menghargai sesamanya sekarang telah berubah menjadi Negara yang sebagian bangsanya lebih menyukai menjelek-jelekan para pemimpinnya, lebih menyukai membakar benderanya sendiri, lebih menyukai bentrok antar sesamanya dan lebih menyukai bekerja diluar negeri setelah sukses? Pancasila, itulah jawabannya. Nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila, sekarang telah dianggap tiada. Pancasila hanya dianggap simbolis bangsa yang tidak berdaya akan kehancuran bangsanya sendiri. Bagaimana cara membangitkan Pancasila dari masing-masing individu Indonesia? Pertanyaan yang sangat diharapkan telah terfikir oleh bangsa Indonesia sendiri.
  Dalam konsep pendidikan prilaku sekarang merupakan hasil dari proses belajar. Dimulai dari kelas satu sekolah dasar kita telah dikenalkan dengan pelajaran budi pekerti dan Pkn, malahan itu berlanjut hingga ke perguruan tinggi, pengenalan pelajaran Pkn dan budi pekerti itu atas dasar harapan untuk menanamkan konsep nilai-nilai Pancasila untuk bekal dikemudian hari dalam hidup di suatu linkungan sosial. Namun apa yang terjadi? Itu semua hampir tidak berguna bagi pekembangan kesadaran akan pentingnya Pancasila dalam kehidupan bernegara.  Apakah pendidikan dan pengajaran tentang moral yang telah kita dapatkan itu hanya untuk mengerjakan ulangan harian? Apakah konsep Pancasila yang telah kita dapatkan dari sekolah dasar hingga sekarang itu hanya untuk nilai seratus pada saat ulangan umum? Terkadang hal seperti itulah yang memperbesar perbedaan diantara masyarakat. Bagaimana cara yang tepat untuk masalah ini? Jawabannya adalah keluarga, tempat belajar kita yang pertama. Nilai Pancasila yang begitu luhur dan suci dengan pemahaman yang sempurna pasti dapat tertanam dengan baik pada masing-masing individu di Indonesia jika dukungan dan pengajaran keluarga telah dimulai sejak kecil. Sehingga baik dari golongan bawah, menengah maupun atas mampu merubah Indonesia kembali ke zamannya kembali.
Indonesia adalah Negara yang penuh dengan wibawa dulunya dengan Pancasila sebagai tongkat pendirinya. Namun dengan pudarnya nilai-nilai luhur itu membawa Indonesia terjebak kembali di tengah kehancuran sosial antar masyarakat. Pendidikan karakter dan dukungan keluarga merupakan pemecahan masalah ini. Dengan bantuan tersebut baik kesadaran masyarakat kalangan bawah, menengah maupun atas akan dapat mengerti betapa pentingnya jiwa Pancasila di Indonesia ini.



0 Coment:

Posting Komentar